RENA


“Why do we fall? So we can learn to pick ourselves back up.”
Trilogi Batman The Dark Knight  (2005, 2008, 2012)

Untuk keluarga dan relasi korban Tragedi Trisakti (12 Mei 1998), Semanggi I (11-13 November 1998), dan Semanggi II (24 September 1999) – perjuangan melawan lupa. [Gambar: okezone.com]

Tak dapat kumengerti
Ketika langit cerah
Kami mengais tanah yang sama denganmu
Membiarkan tanah tetap melahirkan hasilnya
Apa adanya

Untuk keluarga dan relasi pejuang HAM Indonesia, Munir, pascainsiden 7 September 2004 – “Tidak ada pembenaran dan alasan apapun orang boleh membunuh dan orang menghilangkan orang.” [Gambar: merdeka.com]

Tak dapat kumengerti
Ketika tanah berhenti berbuah
Engkau meringis ketika aku berbeda denganmu
Engkau menyeringai ketika keberadaanku adalah kesempatan ambisimu

Wahai nalar? Engkaukah yang engkau?

Mengapa kepala manusia terletak lebih tinggi dari perutnya?
Mengapa kepala binatang terletak sejajar dengan perutnya?

Untuk keluarga korban kerusuhan di Sampang, Madura selama 2011-2012 – harmoni & kampung halaman adalah segalanya. [Gambar: tempo.co.id]

Tak dapat kumengerti
Manakala terbersit suara kegelapan yang kauanggap kehebatan
Diantara remah-remah kejanggalan kecil yang begitu besar dalam perspektif kalian
Diantara hingar-bingar keseharian setiap debu yang hanya ingin melanjutkan kehidupan
Diantara semedi angin dan renung hujan
Kalian bakar amarah
Kalian tinggikan kedengkian
Kalian busukkan kemurnian

Wahai nalar! Adakah engkau ada?

Untuk etnik Rohingya di Myanmar pascakonflik 28 Juni 2012 – a broken people living under hatred. [Gambar: rohingyanet.blogspot.com]

Pedang kesombongan terkibas
Peluru kemunafikan tertancapkan
Meleburi jiwa-jiwa polos nan tulus
Menghancurkan harapan para fana yang tak bersalah

Untuk masyarakat Prefektur Okinawa di Jepang sejak 1945 – when hometowns become military bases. [Pic: blog.heritage.org]

Dusta pun berderap di tangisan kami
Darah adalah tepisan remeh di matamu
Kesombongan tutur kata dalam benarmu
Keangkuhan derap langkah dalam suci kemanusiaanmu
Tiada empati
Hanya kami sendiri

Benar menjadi salah
Salah menjadi benar
Nyata berganti ilusi
Ilusi berganti nyata

Untuk masyarakat Kota Aurora, Colorado di AS pascainsiden 20 Juli 2012 – sometimes some people just don’t know what they’re doing, unless no guns, no killing, Batman said so. [Pic: dailymail.co.uk]

Tak dapat kumengerti
Hingga hari berganti pagi
Membuyarkan amukan pikir melawan rasa
Remuk dalam alam ketika Ia sedang mengajarinya
Berlanjut pergi
Pergi menggantungkan harapan di lapisan langit
Dan kembali membawa setangkai harapan baik bagi setiap debu yang pantas menerimanya

Protuslanx, Indonesia, 11 September 2012
God bless us everyone

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s