Pembebasan MV Sinar Kudus 30 April 2011


Sambutan Presiden Yudhoyono atas kedatangan ABK Sinar Kudus pascaoperasi penyelamatan pada 22 Mei 2011 (http://www.antaratv.com)

Kita patut bersyukur, tidak saja hanya dari keluarga kapten kapal dan para anak buah kapal (ABK) MV Sinar Kudus tetapi juga seluruh rakyat Indonesia dengan dibebaskannya 20 warga negara Indonesia beserta ke-11 ABK lainnya yang berkewarganegaraan asing. Setelah 46 hari disandera, pembebasan para ABK MV Sinar Kudus itu telah dilakukan pada hari Minggu, 30 April 2011, pukul 13.10 waktu Somalia (atau pukul 17.10 WIB).

Dengan tebusan US$4,5 juta (lebih dari Rp38,5 miliar) yang dijatuhkan dari angkutan udara yang melibatkan helikopter Hercules beserta tiga kapal tempur TNI (KRI Abdul Halim Perdanakusumah, KRI Yos Sudarso, dan KRI Banjarmasin) yang beranggotakan prajurit 897 orang, maka langkah aman untuk pembebasan para sandera pun dapat dilakukan.

Setelah dibebaskan kapal MV Sinar Kudus dikawal TNI menuju pelabuhan terdekat di Oman yaitu kota Şalālah untuk mengganti kru kapal yang telah dipersiapkan. Hal itu dilakukan karena pihak PT Samudera  Indonesia telah memutuskan terus melanjutkan pelayaran untuk pengiriman ferronikel menuju Rotterdam, Belanda. Sementara ke-20 ABK diantar kembali ke Indonesia dengan pesawat udara menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (Banten). Seluruh ABK tersebut dilaporkan dalam keadaan sehat dan telah bertemu dengan keluarga mereka masing-masing.

Dalam operasi pembayaran tebusan yang dibayarkan dari “kantong” PT Samudera Indonesia itu merupakan opsi satu-satunya yang diterapkan TNI sesuai komando dari Presiden Yudhoyono. Artinya, walaupun demikian besarnya pasukan TNI yang dikerahkan tetap tidak terjadi baku tembak untuk melumpuhkan para pembajak berkewarganegaraan Somalia itu.

Waktu penyanderaan yang singkat selama 46 hari merupakan suatu keajaiban karena umumnya rata-rata penyanderaan yang dilakukan pembajak Somalia paling cepat 100 hari sebagaimana diberitakan di media massa. Entah apa yang membuat para pembajak mempercepat pembebasan ke-20 ABK tersebut. Memang, tebusan telah dipenuhi namun sepertinya ada suatu kesan yang membuat mereka tidak membiarkan para WNI tersebut menderita lebih lama lagi. Kita patut bersyukur untuk itu.

Menurut Protuslanx, kejahatan yang dilakukan oleh para bajak laut Somalia bukanlah tindakan tanpa alasan. Mereka hanyalah orang-orang yang terjebak dalam situasi yang ‘berjuang atau mati’ meskipun dengan cara yang salah. Tidak semestinya juga kita menganggap mereka sebagai penjahat. Kenapa demikian? Karena ketiadaan lapangan pekerjaan, kondisi sosial-politik yang tidak mendukung (terutama dari pemerintah Somalia), dan kesempatan untuk memperoleh kesempatan untuk ‘hidup dalam keadaan baik’lah yang membuat mereka memilih ‘jalan pintas’ .

Indonesia dan Somalia semestinya melakukan kerjasama dalam bidang politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan untuk tidak membiarkan konstelasi demikian terus berlanjut. Laut Arab harus bebas dari para pembajak, sementara para pembajak haruslah diberikan kesempatan untuk memperoleh penghidupan dan pekerjaan yang layak.

Protuslanx menilai bahwa ‘mereka sebetulnya tidak bermaksud menyakiti siapapun’ termasuk WNI. Langkah yang ditempuh pemerintah dan TNI tepat dalam menanggapi hal ini. Cara kekerasan hanya akan memicu reaksi yang semestinya tidak perlu terjadi karena spontanitas untuk melindungi diri pasti akan terjadi bagi para pembajak. Mengingat bahwa preseden ini menyiratkan suatu kesan mengenai Indonesia di mata mereka, maka kini adakah langkah nyata dari pihak pemerintah Indonesia untuk menawarkan solusi konstruktif bagi rakyat Somalia yang “salah jalan” tersebut?

Sumber:

http://www.kompas.com

http://www.tempointeraktif.com

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pembebasan MV Sinar Kudus 30 April 2011

  1. Dien berkata:

    Langkah nyata bikin pembajak tambah bersemangat membajak kapal indonesia.

  2. suparman berkata:

    ah cemen,, masak kejahatan di biarkan meraja leleah..gk bangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s