Empati Kita Atas Bencana Gempa, Tsunami, dan Radiasi Nuklir Jepang 11 Maret 2011


Kondisi Prefektur Miyagi sehari setelah gempa dan tsunami raksasa terjadi (http://www.theatlantic.com)

Pray for Japan. Learn from Japan. Seluruh dunia terhenyak. Protuslanx sangat prihatin dan turut berdukacita yang mendalam atas gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang. Gempa berkekuatan 9 skala Richter itu terjadi pada Jumat, 11 Maret 2011 pukul 05:46:23 Universal Time Coordinated dengan kedalaman 24,4 kilometer di lepas pantai Tohoku, Prefektur (Provinsi) Miyagi, Pulau Honshu.

Gempa kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah bencana alam di Jepang dan gempa terbesar urutan ke-7 di dunia. Gempa raksasa itu disusul dengan tsunami hingga setinggi 10 meter!

Secara psikologis, tiga bencana sekaligus berupa gempa, tsunami, radiasi nuklir menggambarkan betapa Jepang memang negara yang tangguh! Ketenangan diri, kesabaran, dan sikap beradab rakyat dan pemerintah Jepang patut menjadi contoh bagi kita.

Diperkirakan korban tewas mencapai 10.000-24.000 orang. Rumah-rumah hancur dan terbakar, fasilitas umum banyak yang hancur, listrik pun padam, lahan pertanian hancur tersapu tsunami, kapal-kapal dan perahu-perahu terseret ke daratan, mobil-mobil dan pesawat-pesawat terseret dan hancur bagaikan mainan, fasilitas kontainer gas alam meledak dan hancur, dan fasilitas reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) meledak dan bocor yang menyebabkan radiasi ratusan kilometer!

Gempa yang disertai tsunami terutama melanda Prefektur Miyagi (antara lain kota Sendai, Natori, Kesennuma, Iwanuma), Prefektur Iwate (antara lain kota Yamada), Prefektur Ibaraki (antara lain di kota Hitachinaka), hingga bagian pesisir dan pelabuhan di Prefektur Fukushima (antara lain kota Hirono, Iwaki, Sukagawa) hingga wilayah ibukota Tokyo.

Karena berdekatan dengan pusat gempa yang disertai tsunami, maka kedua prefektur (provinsi) Miyagi dan Iwate mengalami dampak korban tewas dan kerusakan yang sangat besar.

Sementara, hingga Protuslanx membuat tulisan ini, di Prefektur Fukushima imbas dari gempa raksasa itu menyebabkan empat reaktor nuklir meledak dan terbakar sehingga menyebabkan kebocoran yang berdampak radiasi nuklir pun menyebar. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa 70% PTLN di Fukushima mati total.

Kota Fukushima yang menjadi ibukota Prefektur Fukushima kini seperti menjadi kota mati karena ditinggalkan penduduknya untuk menghindari radiasi nuklir tersebut. Di wilayah lain, Prefektur Chiba, imbas dari gempa tersebut menyebabkan fasilitas gas alam meledak dan terbakar.

Sebagaimana dijelaskan Professor Yugi Yaji dari Universitas Tsukuba yang dimuat dalam Kompas.com bahwa gempa yang diberi nama resmi Tohoku-Chiho Taiheyo-Oki itu terjadi akibat pergeseran tektonik Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara yang terjadi setiap 1.000 tahun sekali.

Gempa itu menyebabkan pergeseran sumbu bumi 25 sentimeter, sementara Pulau Honshu bergeser 2,4 meter. Pada tahun 869 gempa serupa pernah terjadi di Jepang berkekuatan sekitar 8,4 skala Richter.

Gempa besar lain yang pernah terjadi di Jepang sebelumnya yaitu gempa tahun 1923 di Prefektur Great Kanto yang berkekuatan 7,9 skala Richter yang merenggut korban 140.000 orang tewas; gempa disertai tsunami tahun 1933 di Prefektur Sanriku yang berkekuatan 8,1 skala Richter yang merenggut korban 3.000 orang tewas; dan gempa disertai tsunami tahun 2000 di Jepang Utara yang berkekuatan 6,9 skala Richter yang merenggut korban 131 orang tewas.

Pemerintah, palang merah, dan Pasukan Beladiri Jepang (Self-Defense Force/ SDF) telah dikerahkan secara penuh. Bantuan internasionalpun terus mengalir dari Amerika Serikat, Eropa, Rusia, India, dan lain-lain termasuk Indonesia. Namun, pascagempa tersebut masih ada kekuatiran karena hingga kini Jepang masih diguncang gempa hingga berkekuatan 6 skala Richter (kali ini berpusat di Prefektur Shizuoka). Semoga Jepang tetap semangat, gambate ne kudasai!

Sumber:

Metrotv 751.25MHz

http://www.kompas.com

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Empati Kita Atas Bencana Gempa, Tsunami, dan Radiasi Nuklir Jepang 11 Maret 2011

  1. sukma berkata:

    bagus bgt infonya sgt brmanfaat utk membantu penyusunan skripsi saya mengenai bencana nuklir di jpang.trmkash.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s