Krisis Politik Mesir 2011: “Denyut Revolusi” dari Alexandria


Demonstrasi yang disulut akibat kematian Khaled Said, netter Alexandria yang tewas akibat kebrutalan polisi Mesir (www.csmonitor.com)

Siapa sangka bahwa apa yang terjadi pada satu orang dapat menjadi kekuatan yang mengubah banyak orang menjadi satu kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan. Lalu, revolusi pun terjadi. Sang pemimpin yang berkuasapun akhirnya harus pasrah dan tunduk pada kekuatan rakyatnya sendiri. Itulah yang terjadi dengan Tunisia pada 14 Februari 2011 lalu.

Jika Revolusi Tunisia bermula dari tewasnya sang Pahlawan Kemiskinan, Mohamed Bouazizi, maka Mesir digerakkan oleh tewasnya netizen Alexandria bernama Khaled Said. Said dipukul hingga tewas akibat kebrutalan polisi dengan alasan bahwa ia telah melanggar hukum dengan tulisan-tulisannya di Facebook yang anti-pemerintahan Hosni Mubarak. Hal seperti ini juga pernah terjadi di Indonesia. Hingga tahun 2011 ini lebih dari 3000 orang telah dipenjarakan oleh otoritarianisme Mubarak tanpa proses pengadilan.

Kini, efek domino itu menjalar ke Mesir. Ketidakadilan, korupsi, pengangguran dan kemiskinan menghantui rakyat negeri itu. Namun, ketakutan terhadap penguasa yang telah berubah menjadi kekuatan massa sejak 25 Januari 2011 menjadi tanda bahwa negeri yang memiliki banyak piramida raksasa dan Sphinx itu akan segera menuju sebuah Mesir baru.

Revolusi bisa saja terjadi. Lebih dari 500 orang rakyat Mesir telah tewas, bahkan ribuan narapidana mengalami hal yang serupa! Dan, ribuan orang mengalami luka-luka.

Pada 2010 lalu, PBB melalui suborganisasinya, UNDP, merilis daftar Indeks Pembangunan Manusia tahunan yang ke-20. Dari empat kategori yang diklasifikasikan, Mesir berada pada kategori Indeks Pembangunan Manusia Medium (peringkat ke-101).

Dalam keterangan yang dimuat dalam CIA The World Factbook, sebanyak 20 persen rakyat Mesir hidup di bawah garis kemiskinan, dengan melihat pada standar Bank Dunia sebesar 2 dollar AS per hari. Sementara, Presiden Hosni Mubarak dan keluarganya memiliki total kekayaan lebih dari 600 triliun rupiah, angka yang sangat bertolak belakang dengan pendapatan seperempat dari jumlah penduduk dari negeri yang berada di bawah otoritarianisme selama 30 tahun itu.

Menurut laporan Associated Press kesenjangan ekonomi itu jugalah yang menyebabkan terjadinya ketegangan antara warga negara yang beragama Islam dan Kristen di Mesir. CIA The World Factbook juga mencatat tingkat pengangguran di Mesir sebesar 9,7% dari total penduduk lebih dari 80 juta orang (hingga Juli 2010).

Masifnya pergerakan rakyat terutama di Alexandria dan Kairo menunjukkan bahwa angka 20 persen itu sangat signifikan. Rakyat Mesir menginginkan agar terjadi perubahan ekonomi dalam kehidupan mereka. Mereka membutuhkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Namun, sepertinya pemerintahan yang sedang memegang kekuasaan (incumbent) hanya memikirkan kekuasaan ketimbang kesejahteraan rakyat.

Yang diharapkan pada saat ini adalah agar Mesir bisa bersatu, tanpa memandang perbedaan di antara mereka, baik itu agama ataupun yang pro dan kontra Mubarak. Demonstrasi damai adalah hal yang lebih baik ketimbang rakyat Mesir saling menyakiti satu sama lain.

Tujuan Mesir saat ini jelas adalah perubahan ke arah kehidupan rakyat yang lebih baik. Kebrutalan dan kesewenang-wenangan penguasa, kemiskinan, dan pengangguran harus diakhiri. Untuk itu persatuan perlu dibangun saat ini agar tidak ada lagi korban berjatuhan yang semestinya tidak perlu terjadi. Siapapun yang menjadi sentral pergerakan rakyat Mesir saat ini kiranya adalah orang yang dapat dipercaya serta dapat membawa rakyat Mesir ke arah persatuan, perdamaian, dan pemberantasan korupsi.

Akankah itu terwujud nantinya? Kita tunggu saja…

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Krisis Politik Mesir 2011: “Denyut Revolusi” dari Alexandria

  1. estiaRana berkata:

    Semoga cepat selesai krisis yang terjadi di Mesir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s