Indonesia Krisis Pencegahan HIV/ AIDS


Bacalah: Jumlah Penderita HIV/AIDS terus meningkat | 2.002 Penderita AIDS di Jabar Diduga Kena HIV Sejak Sekolah | Terbanyak Kedua, Penderita HIV/AIDS di Jawa Barat Tembus 5.000 Orang | Statistik Kasus HIV/ AIDS di Indonesia (hingga September 2010)

Indonesia kini berada pada kondisi kritis terkait endemik Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Penderita HIV/AIDS di Indonesia kian meningkat mulai dari anak-anak, remaja dan anak muda, hingga ibu rumah tangga. Yang terjangkiti telah merambah di luar kalangan ”penyakit masyarakat”. Jelas ini bukan prestasi, tetapi krisis!

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (hingga akhir 2010 lalu),ada 957 anak mengidap HIV. Data Kemenkes menunjukkan, ada 14.865 penderita HIV pada tahun 2009 dan 15.275 penderita HIV di tahun 2010. Sedangkan kasus AIDS, ada 3.863 penderita di tahun 2009 dan 4.158 penderita AIDS pada tahun 2010.

Secara akumulatif mulai dari 1 April 1987 hingga September 2010 jumlah penderita HIV/ AIDS di Indonesia telah mencapai 22.726 kasus dengan angka kematian 4249 orang!

Jawa Timur (angka kumulatif kematian AIDS sebanyak 753 orang), Jawa Barat (angka kumulatif kematian AIDS 663 orang), (angka kumulatif kematian AIDS 565 orang), Papua (angka kumulatif kematian AIDS 379 orang), dan Bali (angka kumulatif kematian AIDS 311 orang) merupakan provinsi-provinsi yang terparah terjangkiti HIV/ AIDS. Di Papua (khususnya di Kabupaten Jayapura) 200 orang telah meninggal akibat HIV/ AIDS pada 2010 lalu dibandingkan dengan jumlah 180 orang pada 2009.

Sementara di kota Batam (Provinsi Kepulauan Riau) baru-baru ini terjadi kematian 42 orang akibat HIV/ AIDS pada 2010. Jumlah ini naik 17% dari 36 orang pada 2009. Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste hingga awal Januari 2011 sudah mencapai 500 orang.

Jelas bahwa dalam hal ini pemerintah dan sekolah (lembaga pendidikan) perlu terus mensosialisasikan mengenai pencegahan HIV/ AIDS agar tidak menambah korban lagi!

Sangatlah disayangkan apabila generasi muda Indonesia sekarang ini hanya menganggap hal-hal yang sepatutnya menjadi keprihatinan malah hanya sebagai bahan olok-olokan dan ketidakpedulian. Generasi muda sekarang harus terus waspada terhadap pergaulan. Pilihlah pergaulan yang baik, sebab pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan pribadi yang baik.

Bagi yang memiliki karakter mental yang lemah berusahalah untuk mengkomunikasikan segala beban pikiran dan kebiasaan buruk pada orangtua. Bagaimanapun juga keluargalah yang menjadi tameng lingkaran terdalam dalam hidup setiap orang. Jangan sampai kondisi psikologis yang lemah akhirnya terjun ke dalam kondisi kesehatan yang parah.

Pergaulan memang penting tetapi berhati-hatilah dalam bergaul. Pilihlah teman-teman lingkaran dalam yang selalu memberikan masukan dan nasihat positif (termasuk kegiatan positif: bermain musik bersama, bermain bola bersama, dan lain-lain) ketimbang teman-teman yang senang memanfaatkan kita untuk bersenang-senang (berkarakter parasit).

Keluarga dan rutinitas religi yang tulus yang biasa kita lakukan adalah kunci supaya kehidupan remaja dan anak muda masa kini bisa tetap dan lebih sehat.

Saran Protuslanx untuk anak muda dan remaja masa kini adalah supaya tidak terlalu larut dalam beban hidup ataupun dalam kesenangan sehingga pelampiasan dapat beralih ke arah yang salah. Hidup ini terlalu berharga. Masih banyak hal positif yang bisa dilakukan. Dunia akan selalu memberikan pengaruh baik dan buruk dalam hidup kita. Tinggal kita sendirilah yang bisa memutuskan mana yang kita pilih.

Perlu kiranya ada gerakan sadar pencegahan HIV/ AIDS melalui koordinasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sekolah, dan lembaga keagamaan secara serius!

Sumber:

http://www.kompas.com

http://edukasi.kompasiana.com

http://www.detik.com

http://www.mediaindonesia.com

http://www.republika.co.id

Situs-Situs Informasi HIV/ AIDS

http://www.aidsindonesia.or.id/

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Indonesia Krisis Pencegahan HIV/ AIDS

  1. nurrahman18 berkata:

    budaya sek sebelum nikh bagi anak muda dan sex cukup bebas memang masih cukup memprihatinkan

  2. helman hasan berkata:

    Coba perhatikan di tempat umum banyak sekali terlihat anak-anak muda berpacaran/bermesraan. Di tempat-tempat umum saja sudah begini apalagi kalau ditempat yang sepi. Siapa yang bertugas untuk mengatasi hal ini?

  3. devidayat malovepa berkata:

    cukup memprihatinkan … sy sampai gak bs brkaata2 tentang ini .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s