Nama 4 Orang Astronom Indonesia Diabadikan Sebagai Nama-Nama Asteroid


Letak asteroid 12176 Hidayat/3468 T-3 (http://langitselatan.com)

Indonesia patut berbangga. Pada bulan November 2010 lalu, Himpunan Astronomi Internasional atau International Astronomical Union (IAU) memberikan penghargaan bagi dunia astronomi di Indonesia. Empat nama astronom asal Indonesia yang pernah mengelola Observatorium Bosscha di Bandung diabadikan sebagai nama asteroid. Asteroid juga disebut sebagai planetoid alias planet minor.

Menurut IAU, terdapat 535.000 lebih planet minor yang sudah ditemukan. Dan dari 257.455 planet minor itu baru sekitar 16.154 planet minor yang sudah memiliki nama resmi.  Nah, sebagai pengingat suatu kejadian sekaligus sebagai penghargaan, IAU mencantumkan nama empat orang astronom Indonesia sebagai nama-nama asteroid 12176, 12177, 12178, dan 12179. Keempat planet minor tersebut terletak di Sabuk Utama Asteroid.

Letak asteroid 12177 Raharto/4074 T-3 (langitselatan.com)

Asteroid tersebut sebenarnya ditemukan pada tanggal 16 Oktober 1977 dalam program Palomar-Leiden Trojan Survey. Penemunya adalah suami istri Cornelis Johannes van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld. Namun, sewaktu ditemukan oleh pasangan suami tersebut, keempat asteroid alias planet minor itu hanya dinamai dengan kode angka-angka sesuai orbit astronomisnya seperti disebutkan di atas.

Letak asteroid 12178 Dhani/4304 T-3 (http://langitselatan.com)

Barulah kemudian IAU baru-baru ini menambahkan nama-nama objek luar angkasa itu dengan keempat nama-nama astronom Indonesia sesuai pertimbangan IAU atas peran penting mereka dalam sejarah perkembangan sejarah astronomi.

Nama astronom Indonesia yang digunakan adalah Bambang Hidayat yang pernah menjabat wakil presiden IAU pada tahun 1994-2000. Berkat tambahan namanya, kini asteroid 12176 disebut 12176 Hidayat/3468 T-3.

Selain Bambang, nama Moedji Raharto, mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 1999-2004 juga digunakan untuk menamai asteroid 12177. Kini, asteroid tersebut menjadi 12177 Raharto/4074 T-3.

Sementara, asteroid 12178 kini menjadi 12178 Dhani/4304 T-3, sesuai dengan nama ahli Fisika Matahari Dhani Hendrawijaya yang pernah menjabat sebagai direktur Observatorium Bosscha pada tahun 2004-2006.

Letak asteroid 12179 Taufiq/5030 T-3 (http://langitselatan.com)

Terakhir, nama Taufiq Hidayat, direktur Observatorium Bosscha tahun 2006-2010 digunakan untuk menamai asteroid 12179. Sekarang, nama asteroid tersebut menjadi 12179 Taufiq/5030 T-3.

IAU juga pernah mengabadikan sejumlah nama-nama tokoh dan astronom Belanda di Indonesia yang pada waktu itu masih bernama Hindia Belanda, misalnya nama asteroid 5494 Johanmohr/ 1933 UM1 yang diambil dari nama Pendeta Johan Maurits Mohr, lalu ada 2378 Pannekoek / 1935CY yang diambil dari nama astronom Antonie Pannekoek, dan lain-lain.

Selain itu, nama-nama tempat dan karakter yang berhubungan dengan Indonesia juga pernah diabadikan sebagai nama-nama asteroid oleh IAU, misalnya asteroid 536 Merapi / 1904 OF yang diambil dari nama Gunung Merapi, lalu ada asteroid 2307 Garuda / 1957 HJ yang sebetulnya diambil dari mitologi India dengan akar bahasa Sansekerta.

Sumber:

http://www.kompas.com

http://langitselatan.com (link: Ivie)

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s