Korea: Reunifikasi Ketiga yang Belum Tiba


http://www.bbc.co.ukSelama enam dasawarsa terakhir semenanjung Korea belum juga berhasil dipersatukan kembali (reunifikasi). Sejumlah isu seperti aksi-aksi provokasi militer dari kedua pihak, pengembangan (proliferasi) nuklir Korea Utara, masih diberlakukannya politik isolasionisme di Korea Utara, China yang cenderung berpihak pada Korea Utara (diperlukan China sebagai zona penyangga/ buffer zone), dan masih diadakannya latihan-latihan militer antara Korea Selatan dan Amerika Serikat masih menjadi faktor-faktor penghambat terwujudnya hasil upaya politik internasional yang lebih baik.

Faktor ketidakpercayaan (distrust) antarkedua pihak juga sangat berpengaruh. Inilah yang menjadi penyebab Korea belum berhasil mencapai titik reunifikasi seperti yang terjadi di Vietnam dan Jerman jika dikaitkan dengan keberlanjutannya dari era Perang Dingin (Cold War). Upaya-upaya di luar bidang politik memang telah dilakukan antara lain zona pariwisata Gunung Kumgang dan Kawasan Industrial Bersama Kaesŏng. Namun, kedua proyek itu belum menunjukkan perubahan politik yang signifikan di antara kedua Korea.

Wilayah perbatasan (zona demiliterisasi) sepanjang empat kilometer di Panmunjeom (P’anmunjŏm) dan wilayah perbatasan maritim menjadi titik konflik utama. Pertempuran demi pertempuran di lautan terus terjadi sepanjang garis demarkasi pada 1999, 2002, dan 2009. Pada 26 Maret 2010 lalu, Korea Utara menenggelamkan kapal perang Korea Selatan, Cheonan, yang menewaskan 46 orang pelaut Korea Selatan.

Peristiwa konflik terakhir yang terjadi adalah serangan artileri Korea Utara yang menewaskan dua tentara marinir Korea Selatan serta melukai 18 tentara dan warga sipil. Serangan pada 23 November 2010 itu dipicu provokasi militer Korea Selatan yang menembakkan lusinan proyektil dari pulau Yeonpyeong di Korea Selatan ke arah teritori Korea Utara.

Sejak tahun 1948 negara bekas monarki ini terpisahkan menjadi Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) dan Republik Korea (Korea Selatan). Pada awalnya, di semenanjung yang sekarang disebut Korea ini berdiri sebuah negara Chosŏn Lama (Joseon). Kemudian negara itu terpecah dalam Jaman Tiga Kerajaan yang terdiri dari kerajaan Silla, Koguryŏ (Goguryeo), dan Paekche (Baekje) dalam rentang waktu antara abad kesatu Sebelum Masehi hingga abad keempat Masehi.

Pada 668, Silla dengan bantuan China (Dinasti Tang) melakukan unifikasi yang pertama, negara Silla Bersatu, sekaligus mengakhiri era Tiga Kerajaan untuk sementara. Selanjutnya, dari tahun 890 hingga 935 era Tiga Kerajaan itu muncul kembali, hanya saja Koguryŏ berganti nama menjadi Koryŏ (Goryeo). Dari nama inilah nantinya Korea mengambil nama negaranya masing-masing.

Di bawah kendali negara Koryŏ, semenanjung itu dipersatukan kembali sejak tahun 918. Pascareunifikasi itu, dengan adanya pengaruh dari Neo-Konfusianisme (Konfusianisme yang dipengaruhi oleh agama Budha dan Taoisme), Dinasti Chosŏn (Joseon) kemudian dibentuk oleh gerakan reformasi dan politik di Koryŏ pada 1392. Sayangnya, setelah 518 tahun berdiri, melalui kemenangan atas China (Perang Sino-Jepang) dan Rusia (Perang Russo-Jepang), Jepang mengakhiri dinasti Chosŏn pada tahun 1910. Korea kemudian terbebas dari cengkeraman Jepang setelah kemenangan Sekutu yang mengakhiri Perang Dunia II pada 1945.

Pada 1945, akibat tindakan Uni Soviet dan Amerika Serikat untuk menerima penyerahan tentara Jepang muncullah akibat pembagian Korea pada garis lintang ke-38. Tahun 1948, pembagian Korea itu semakin meruncing dengan terbentuknya pemerintahan terpisah: di sebelah utara garis imajiner itu, Korea Utara didirikan dengan disponsori oleh Uni Soviet, sementara di sebelah selatan astronomis itu, Korea Selatan didirikan dengan dukungan dari Amerika Serikat. Perang Korea-pun tak terelakkan terjadi antara 1950 hingga 1953 yang belum terselesaikan dalam bentuk kesepakatan (perjanjian) perdamaian hingga abad ke-21 ini.

Sumber:
http://www.cnn.com
http://www.csmonitor.com
Microsoft Encarta 2009

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s