Kasus Suap Gayus H. P. Tambunan Memang Lucu! Menjengkelkan! Mengagumkan!


Narapidana Gayus Tambunan saat berlibur ke Thailand (http://www.uniqpost.com)

Protuslanx sebenarnya sangat malas mem-posting kasus penyuapan yang benar-benar membuat kesan lucu!, menjengkelkan!, dan bahkan mengagumkan! bisa bercampur menjadi satu ini! Tetapi karena pemberitaan media yang terus-menerus menjadikan isu seputar mantan fiscus Gayus HP Tambunan sebagai berita utama (headline) maka tulisan ini dibuat juga. Kenapa kesannya demikian?

Berikut argumentasi Protuslanx secara garis besar:

Lucu!

  • Gayus bisa keluar-masuk penjara untuk berlibur di Bali (termasuk menonton pertandingan tenis internasional), Thailand, Malaysia, Singapura, dan Makau. Kira-kira sampai kapan ini berlanjut terus ya?! Padahal statusnya adalah tahanan! Gayus tercatat 68 kali keluar dari selnya saat dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lucunya, dengan menggunakan wig dan kacamata, Gayus tampil di depan publik tanpa mempedulikan apakah wartawan dan warga “menangkap basah” dirinya jalan-jalan keluar tahanan? Yap!
  • Baru-baru ini Gayus menggunakan paspor dengan nama Soni Laksono. Lucunya, foto di paspor yang dibuat melalui calo di Dinas Imigrasi itu menunjukkan Gayus menggunakan kacamata. Padahal, menurut aturan pembuatan paspor foto seseorang tidak boleh menggunakan kacamata.
  • Gayus kadang-kadang aktif membuat akunnya di Facebook dengan nama samaran. Walaupun statusnya tahanan, rupanya Facebook-an juga menjadi hobi selama pelesiran ilegal!
  • Gayus juga hobi berfoto-foto selama pelesiran. Sejumlah foto-foto pribadinya telah dipublikasikan media massa. Apakah ada unsur kesengajaan atau justru keteledoran Gayus atas foto-foto itu?
  • Jika selama berhari-hari Gayus tidak berada di ruang tahanan, sebenarnya apa yang dilakukan petugas tahanan dan pihak berwenang lainnya? “Menghitung kipasan uang di tangan” dan bukannya melakukan tindakan sesegera mungkin atas ‘menghilangnya’ seorang tahanan? Ataukah memang “sama-sama tahu” itu sudah menjadi kewajaran?
  • “Pak Gayus, kenapa gak sekalian aja kabur keluar negeri, Cina misalnya?” Faktanya, malah tetap warga negara Indonesia sejati!
  • Menurut penuturan pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan mengambil alih kasus Gayus karena tak enak hati kepada Polri!?…Ada-ada saja.

Menjengkelkan!

  • Perbuatan Gayus menyimpan sisa uang sebesar Rp24,6 miliar yang ada dalam rekeningnya (versi lain belakangan disebutkan Rp28 miliar), namun hanya 395 juta yang dijadikan pidana. Selain itu ditemukan juga uang penggelapan pajak yang sebenarnya milik Mr. Son, pengusaha pemilik perusahaan garmen PT. Mega Cipta Jaya Garmindo asal Korea yang ditransfer ke rekening BCA milik Gayus. Mr. Son diketahui menghilang setelah kasus penggelapan pajak itu terlacak hukum. Uang itu sebesar Rp370 juta itu hanya didiamkan dalam rekening Gayus tanpa diproses pajaknya.
  • Pihak-pihak yang belum diproses (walaupun Gayus telah memberikan kesaksian): Cirus Sinaga, Poltak Manulang, Kompol Arafat, AKP Sri Sumartini, Johny Marihot Tobing (Kepala Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan), serta Bambang Heru Ismiarso (Direktur Keberatan dan Banding). Sementara, hingga kini hanya Gayus HP Tambunan bersama Humala Napitupulu dan Maruli Pandapotan Manulung yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pajak PT SAT.
  • Gayus “bermain-main” dengan 149 perusahaan (namun menurut Gayus hanya 40 perusahaan saja) di bawah kewenangannya di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak merupakan perbuatan yang melibatkan wajib pajak, rekanan Gayus di Ditjen Pajak, dan petugas pemeriksa wajib pajak. Sangat tidak wajar apabila pihak-pihak tersebut tidak ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Susno Duadji, ada empat petinggi Polri yang terlibat pencairan dana sebesar Rp24,6 miliar itu: Brigjen Edmon Ilyas, Pambudi Pamungkas, Eko Budi Sampurno, dan Brigjen Raja Erizman (Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri). Dalam kesaksiannya, Gayus menyatakan pernah mengeluarkan uang sebesar 500.000 dollar AS untuk perwira tinggi kepolisian melalui Haposan. Selain itu, uang sebesar itu juga mengalir ke pengusaha garmen dan pelabuhan di Batam, Andi Kosasih. Deposito milik Gayus senilai Rp75 miliar juga menjadi tidak jelas sejak ditangani Polri.
  • Hasil pemeriksaan Bareskrim Polri sudah tentu mencatat semua perusahaan yang terlibat dalam kasus suap Gayus. Anehnya, hanya perusahaan nasional saja yang dinyatakan oleh Gayus seperti KPC, Arutmin, dan Bumi Resource. Ada apa?
  • Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebenarnya pihak pertama yang telah mengetahui tindakan korupsi Gayus melalui kewenangan besarnya dalam hal penelusuran akun tersangka sekaligus menelisik aliran uangnya (follow the money). Namun, apa yang terjadi? Walaupun PPATK pada awalnya menjadi pihak pertama yang melaporkan Gayus, ternyata kemudian tidak melakukan koordinasi dengan Polri dan tidak memblokir penuh akun Gayus, termasuk kartu kredit Gayus dan istrinya. Inilah penyebab mengapa Gayus bisa bebas keluar rumah tahanan (Rutan) dan berjalan-jalan ke Bali, Singapura, Malaysia, dan Makau.
  • Dari sudut KPK seharusnya tidak ada masalah pengambilalihan kasus Gayus sejak awal. Kenapa? Karena seharusnya sejak awal KPK mau berkoordinasi proaktif dengan Polri sesuai dengan aturan supervisi dalam Pasal 6 huruf a dan b, kemudian Pasal 7, dan Pasal 8 Undang-Undang (UU) KPK.

Mengagumkan!

  • Mantan fiscus (petugas pajak) ini menjadi kunci dalam kasus Mafia Pajak senilai 25 miliar yang berawal dari informasi mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Susno Duadji. Namun, apa mungkin seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan IIIA dengan eselon rendah dapat melakukan ini semua? Sekedar catatan, gaji PNS golongan IIIA dengan masa jabatan antara 0 sampai 10 tahun adalah antara Rp1.655.800 sampai Rp1.869.300 per bulan. Tambahan hanya didapat dari tunjangan.
  • Walaupun dituntut kepolisian dengan tiga pasal: penggelapan, pencucian uang, dan korupsi, kenyataannya dalam persidangan dia hanya dituntut dengan pasal penggelapan. Lalu, Pengadilan Negeri Tangerang memvonis satu tahun percobaan dan pada gilirannya Gayus dibebaskan juga! Dalam undang-undang disebutkan bahwa pelaku tindak pidana pencucian uang mestinya dihukum paling sedikit 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp100 juta atau maksimal denda Rp15 miliar. Hukuman satu tahun percobaan berarti Gayus bebas!
  • Dalam pledoinya baru-baru ini di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Gayus membela diri bahwa ia tidak bersalah. Bahwa dirinya hanya digunakan oleh aparat hukum (jaksa) untuk menutupi kasus-kasus besar, termasuk Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak saat itu. Ya, walaupun Gayus telah mengakui bahwa dirinya telah menerima uang sebesar Rp25 miliar yang jelas-jelas melanggar undang-undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999!

Kasus ini bermula dari kecurigaan PPATK terhadap rekening milik Gayus di Bank Panin. Pada 7 Oktober 2009 penyidik Bareskrim Mabes Polri menetapkan Gayus sebagai tersangka dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Gayus memang luar biasa. Narapidana koruptor yang satu ini memang diperlakukan istimewa akibat kemampuannya untuk ‘masih’ menyuap petugas penjara, kepala rumah tahanan, dan keimigrasian. Namun, pada hakikatnya, Gayus hanyalah “pion” yang berhasil diangkat para wartawan untuk dipublikasikan. Di balik kasus Gayus, tersembunyi para aktor besar yang sebenarnya. Inilah potret sebenarnya yang membongkar kemunafikan dari dunia hukum di sebuah negeri bernama Indonesia.

Sumber:
http://www.kompas.com
http://www.okezone.com
http://www.hukumonline.com
http://www.detiknews.com
http://www.bbc.co.uk
http://www.griya-informasi.blogspot.com

Posted by Wordmobi

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s