Fenomena Kematian Massal Hewan di Awal 2011


Ilustrasi hujan burung hitam (blackbird) di Arkansas, Amerika Serikat (http://www.worldweatherpost.com)

Ini jelas hal biasa atau memang pertanda alam ya? Minggu pertama tahun 2010 ini ditandai dengan fenomena global kematian hewan yang terjadi mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Swedia, Jepang, Thailand, Brasil, Chili dan Selandia Baru. Menjelang 1 Januari 2011 kemarin, kota Beebe di negara bagian Arkansas, Amerika Serikat terjadi ‘hujan’ burung hitam (blackbird). Lebih dari 5000 burung hitam jatuh dari langit dan jatuh menghujam ke bumi. Di antara gemerlapan kembang api, bangkai-bangkai burung-burung itu menutupi pekarangan dan jalan-jalan. Puluhan ribu burung hitam bisa bertengger di sebuah pohon.

Sekitar tanggal 4 Januari lalu, burung-burung mulai berjatuhan di kota Falkoeping, Swedia barat daya pada waktu tengah malam. Sekitar 50-100 burung jackdaw—sejenis gagak—ditemukan terkapar di jalanan berlapis salju. Sebagian besar sudah mati. Hal serupa juga terjadi di kawasan Pointe Coupee Parish, dekat Kota Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat di mana sekitar 500 bangkai burung blackbird sayap merah, jalak, dan grackles ditemukan mati. Kejadian ini hampir sama dengan yang terjadi di Arkansas tiga hari sebelumnya. Burung jackdaw biasanya menghabiskan musim dingin dalam sebuah kawanan besar.

Pada 5 Januari 2011, kabar kematian massal burung ini disusul kabar kematian massal misterius sekitar dua juta ekor ikan yang terjadi di berbagai lokasi di dunia, dari Teluk Chesapeake, Maryland, AS; Sungai Arkansas, Arkansas, AS; Semenanjung Coromandel, Selandia Baru; dan Pantai Parana, Brasil.

Di Sungai Arkansas yang terletak hanya sekitar 160 kilometer dari lokasi kematian massal burung blackbird di kota Beebe, pekan lalu ditemukan sekitar 80.000-100.000 bangkai ikan drum (keluarga Sciaenidae). Ribuan bangkai ikan tersebar hingga 36 kilometer di sepanjang aliran sungai tersebut.

Komisi Memancing dan Berburu Arkansas kebingungan karena kematian massal tersebut hanya menimpa satu spesies ikan drum yang menimbulkan keanehan jika hal tersebut dikaitkan dengan penyebab polusi. Ikan-ikan itu biasanya berenang ke perairan yang lebih hangat sebelum cuaca dingin melanda kawasan itu pada Desember. Namun, entah mengapa, tahun ini mereka tidak melakukan itu.

Di tempat lain, terjadi kematian ratusan ikan di pantai-pantai di kawasan Semenanjung Coromandel, Selandia Baru utara. Sementara di Brasil, tidak kurang dari 100 ton ikan sarden, croaker, dan sejenis ikan lele ditemukan mati misterius sejak 31 Desember 2010 lalu.

Dua kejadian terpisah paling akhir sejak kamis kemarin adalah kematian ribuan ikan di sebuah sungai di Florida dan 200 unggas di Texas, Amerika Serikat. Ribuan ikan ditemukan mati membusuk dan mengambang di Spruce Creek, Florida, setelah periode cuaca dingin. Ikan belanak, ladyfish dan catfish (sejenis lele) berserakan di tikungan di sepanjang sungai.

Selain itu, 200 unggas juga ditemukan mati di sebuah jembatan di jalan raya yang melintasi Danau O ‘Pines di Big Cypress Creek, Texas. Para ahli percaya, burung-burung itu telah ditabrak kendaraan yang melintas atau tampaknya berusaha untuk bertengger di atas jembatan.

Sementara dari Selandia Baru, ada laporan, Kamis, bahwa telah terjadi lebih banyak kematian ikan, dan di Inggris, bangkai 40.000 ekor kepiting setan (devil crabs) berserakan di pantai Kent. Cuaca dingin di Inggris juga telah disalahkan sebagai sebab kematian 40.000 kepiting Velvet – juga dikenal sebagai kepiting ‘setan’, yang ditemukan mengotori pantai di Thanet.

Tahun lalu, Badan Lingkungan Hidup melakukan sebuah penyelidikan atas sejumlah kasus kematian yang tidak dapat dijelaskan di tengah kekhawatiran bahwa virus misterius mungkin sebagai penyebab. Namun kemudian disimpulkan, kematian kepiting itu terkait dengan cuaca dingin. Kematian massal kepiting setan di Inggris telah terjadi secara berturut-turut dalam tiga tahun belakangan ini.

Di Kentucky, Gilbertsville, ratusan burung jalak dan robin ditemukan mati, dan sekitar dua juta ekor ikan mati terdampar di Chesapeake Bay, Maryland. Ikan-ikan itu merupakan kelompok terbaru dalam serangkaian kejadian kematian binatang yang dikatakan sebabkan oleh kembang api dalam perayaan Tahun Baru, badai, cuaca dingin, parasit, bahkan keracunan. Di internet bahkan berkembang teori konspirasi bahwa eksperimen rahasia pemerintah berada di balik fenomena kematian itu, atau hal itu telah menjadi tanda Armageddon menjelang berakhir kalender Maya tahun depan. Tes sedang dilakukan pada hewan-hewan yang mati itu tetapi hasilnya belum diperoleh.

Penjelasan Parsial Para Ahli
Menurut Badan Cuaca Nasional di North Little Rock, Amerika Serikat, burung hitam tidak bisa melihat dengan baik pada malam hari saat mereka biasanya tidur. Suara keras kembang api dan tabrakan adalah penyebab umumnya. Pihak National Audubon Society di Washington D.C. menyebutkan kalau kematian ribuan burung di Arkansas dan di beberapa tempat lain pada sekitar malam tahun baru merupakan kejadian biasa.

Burung sering menabrak gedung, menara BTS, kincir angin, atau kabel listrik. Ketika malam berkabut, burung yang biasanya memperhatikan bintang mengalami disorientasi sehingga berputar-putar sebelum menabrak lalu terjatuh. Burung juga sering diserang oleh perubahan kondisi cuaca yang mendadak. Pihak National Audubon Society di Washington D.C. menambahkan bahwa kejadian ini seharusnya membangkitkan kesadaran manusia akan dampak pembangunan infrastruktur terhadap spesies lain.

Penjelasan mengenai kematian spesies lainnya dinyatakan karena terjadi perubahan cuaca yang ekstrim (suhu) dan gangguan pencarian sumber makanan. Namun, para ahli belum bisa menjelaskan mengapa rentetan kematian massal hewan tersebut terjadi meluas di sejumlah negara di dunia.

Sumber:
http://www.kompas.com
http://nationalgeographic.co.id/
http://www.allvoices.com/

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Fenomena Kematian Massal Hewan di Awal 2011

  1. cha_cha berkata:

    sunguh menakjubkan tragedi yang terjadi d’ awal tahun2011.
    dengan kejadian semua itu balik lagi pada diri kita masing2 untuk menyadari perbuatan2 d’dunia ini,,,,,,, semoga saja dengan kejadian itu kita semua lebih baik lgi amien……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s