Berpikirlah Sederhana


 

“Small is beautiful” Ernst Friedrich Schumacher, ekonom Inggris-Jerman

“Hidup bukanlah sekumpulan target yang harus dicapai, tetapi penerimaan, pengertian, dan syukur tanpa henti.” Fred Lawson, arsitek Amerika Serikat

Ini adalah kisah tentang seorang pemburu yang ingin menangkap seekor rusa besar.

Alkisah ada seorang pemburu yang bangun pagi-pagi sekali untuk berburu di sebuah hutan belantara yang jauh. Hutan itu terkenal dengan banyaknya binatang yang dapat diburu. Iapun memutuskan hanya ingin berburu rusa besar.

Sinar matahari pun semakin terang. Si pemburu tiba di hutan. Tiba-tiba lewatlah seekor kelinci gemuk yang tidak menyadari keberadaan si pemburu. “Aku kan ingin berburu rusa besar. Walaupun kelinci ini mudah kutangkap, tidak artinya dengan apa yang akan kudapat nanti” pikir si pemburu. Si kelinci pun dibiarkan pergi begitu saja.

Hari pun semakin panas dan melelahkan. Waktu pun menunjukkan kira-kira jam 3 petang. Tiba-tiba dari balik pohon terlihat seekor kijang besar yang terperosok ke dalam sebuah lubang. Buruan kali ini begitu mudah ditangkap, namun si pemburu berpikir kembali, “Ah..rusa besar pasti lebih memuaskan daripada sekedar kijang besar.” Kesempatan itupun dilewatkan begitu saja.

Udara pun mulai sejuk. Sinar matahari tampak kemerah-merahan di sebelah barat. Perjalanan yang melelahkan. Si pemburu memutuskan untuk tidur sejenak untuk beristirahat. Udara yang sejuk semakin membuat si pemburu tertidur pulas. Tiba-tiba terdengar bunyi “krosak!” yang keras, seekor rusa besar melintas di dekatnya. Si pemburu pun tersadar, bangun berdiri, mengusap-usap kedua matanya, dan mengarahkan senapannya ke arah sang rusa. Namun, karena hari ternyata telah senja dan hampir gelap, tembakannya pun meleset. Rusa besar itupun pergi menjauh. Alhasil, karena hari telah malam, si pemburu memutuskan untuk pulang saja, dan perburuan itupun berakhir sia-sia.

Kita terkadang menggunakan diksi yang rumit untuk menunjukkan bahwa banyak hal yang kita ketahui. Bicara kitapun tinggi-tinggi, seolah-olah orang lain tidak akan mampu mencapainya dan memahaminya. Akibatnya terkadang orang lain tidak dapat menangkap pesan yang ingin kita sampaikan. Ini tidaklah bijak.

Yang lebih fatal adalah kita sering melewatkan hal-hal kecil yang sesungguhnya menyimpan hikmat yang besar. Akibatnya, karena terlalu mengagungkan pada hal-hal besar, sementara tidak ada yang namanya linearitas kehidupan, maka akhirnya yang ada hanyalah penyesalan. Kemunafikan pun muncul untuk memoles rasa bersalah itu dengan anggapan bahwa sebenarnya bukan kita lah yang sepatutnya penyebab kegagalan itu.

Pesan Protuslanx, maknailah hal-hal kecil, belajarlah dari segala hal, jangan menyombongkan diri, karena dari hal-hal kecil lah maka Tuhan mempercayakan kepada kita hal-hal besar. Jadi, berpikirlah sederhana!

Posted by Wordmobi (N73 Music Edition)

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s