Empati Kita Atas Letusan Merapi 26 Oktober 2010


Indonesia dirundung bencana sekali lagi masih dalam bulan Oktober 2010 ini. Pada hari Selasa, 26 Oktober 2010, pukul 17.02 WIB lalu warga di Jawa Tengah diterjang oleh letusan Gunung Merapi.  Gunung Merapi merupakan salah satu dari gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.911 meter di Indonesia.

Letusan Merapi kali ini lebih besar ketimbang pada tahun 1997, 2001, dan 2006. Daerah-daerah yang terkena erupsi vulkanik Gunung Merapi ini meliputi tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Boyolali (sebelah timur Gunung Merapi), Kabupaten Magelang  (sebelah barat Gunung Merapi), dan kemungkinan Kabupaten Salatiga (sebelah utara Gunung Merapi), serta satu Kabupaten Sleman (sebelah selatan Gunung Merapi) di Provinsi Yogyakarta.

Berikut kronologis letusan Gunung Merapi yang terjadi Selasa sore hingga menjelang malam.

  1. Pukul 17.02 mulai terjadi awan panas selama 9 menit.
  2. Pukul 17.18 terjadi awan panas selama 4 menit.
  3. Pukul 17.23 terjadi awan panas selama 5 menit.
  4. Pukul 17.30 terjadi awan panas selama 2 menit.
  5. Pukul 17.37 terjadi awan panas selama 2 menit.
  6. Pukul 17.42 terjadi awan panas besar selama 33 menit.
  7. Pukul 18.00 sampai dengan 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos Pengamatan Merapi di Jrakah dan Selo.
  8. Pukul 18.10, pukul 18.15, pukul 18.25 terdengan suara dentuman.
  9. Pukul 18.16 terjadi awan panas selama 5 menit.
  10. Pukul 18.21 terjadi awan panas besar selama 33 menit.
  11. Dari pos Pengamatan Gunung Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membubung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak Gunung Merapi.
  12. Pukul 18.54 aktivitas awan panas mulai mereda.
  13. Luncuran awanpanas mengarah ke sektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara.

Status Gunung Merapi ditingkatkan dari Normal manjadi Waspada pada tanggal 20 September 2010. Pada 21 Oktober 2010 status Merapi menjadi Siaga, dan kemudian Awas (tingkatan paling berbahaya), terhitung sejak 25 Oktober 2010.

Hingga saat Protuslanx membuat tulisan ini dilaporkan 32 orang tewas dan 3 orang masih belum ditemukan (hilang). Korban tewas banyak terjadi akibat efek awan panas (dalam bahasa Jawa disebut sebagai wedus gembel).

Apa yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di kabupaten-kabupaten yang terkena bencana alam tersebut adalah sejumlah obat-obatan, peralatan penting selama di pengungsian, dan tentu saja pelayanan kesehatan (terutama bagi anak-anak yang respirasinya sangat rentan).

Referensi:

http://www.kompas.com

http://www.vivanews.com

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s