Indeks Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6% (2010)


Nah, kita memang tidak perlu terlalu percaya dengan angka-angka statistik. Karena statistik hanyalah alat yang sifatnya komparatif, namun kalau soal sektor riil (artinya sedapat-dapatnya dapat kita lihat sendiri di lingkungan masyarakat kita) memang masih ada yang belum sesuai kenyataan. Ini sih cuma sekedar pendapat Protuslanx dari hasil menonton advertorial Media Indonesia di Metrotv sebagai stasiun tv favorit Protuslanx🙂

Simon Kuznets (ekonom Rusia Amerika) mengklarifikasi bahwa pertumbuhan ekonomi berarti kemampuan suatu negara untuk memenuhi barang-barang dan jasa kebutuhan masyarakatnya. Selama ada keseimbangan antara demand dan suppy dalam suatu negara, maka pemerintah negara itu dapat dinyatakan mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Namun, bagaimana jika supply memang mampu disediakan pemerintah tetapi di sisi lain masyarakat tidak mampu melakukan demand karena rendahnya daya beli akibat pendapatannya rendah? Atau bagaimana jika supply dan demand memang “mulus” tetapi hanya terjadi pada level ekonomi atas? Apakah dua hal yang demikian masih dapat dikatakan pertumbuhan ekonomi? Protuslanx bertanya…

Menurut Presiden Yudhoyono sendiri bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi harus disertai dengan stabilitas dalam bidang politik dan keamanan. Tanpa adanya stabilitas politik dan keamanan, maka pembangunan ekonomi tidak akan berjalan. Ya, makanya sebagai orang Indonesia, kita sebaiknya jangan terlalu cepat “naik darah”…

Beberapa keberhasilan ekonomi yang dicapai oleh pemerintahan ini ditandai dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Defisit anggaran yang sangat rendah.
  • Indonesia mengalami transformasi dengan sumber daya keuangan yang cukup untuk membiayai pembangunan karena kebijakan makroekonomi yang berhati-hati.
  • Pada tahun 2005, pemerintah berhasil memperoleh surplus US$ 10 miliar untuk pengeluaran program pembangunan. Padahal, pada saat itu diterapkan kebijakan pencabutan subsidi BBM yang sangat kontroversial di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
  • Pada tahun 2006, lebih dari sepertiga dari keseluruhan anggaran belanja pemerintah beralih ke pemerintah daerah. Surplus US$ 5 untuk pengeluaran untuk program pembangunan. Total (dengan tahun 2005) menghasilkan US$ 15 miliar.

Keberhasilan ekonomi lain yang dianggap memiliki faktor signifikan yaitu:

  • Pada tahun 2009, tepatnya pada tanggal 12 Januari, pemerintah berhasil menurunkan kembali harga BBM menjadi Rp 4.500/liter.
  • Iklim Perekonomian  Indonesia juga lebih sehat, karena negara asing sudah mulai menanam kembali Investasinya ke Indonesia. Karena kepercayaan negara asing terhadap Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
  • Dan salah satu keberhasilannya lagi adalah membayar hutang Indonesia, melunasi seluruh sisa utangnya sebesar US$3,2 miliar kepada IMF, empat tahun lebih awal dari jadwal.
  • Nilai tukar rupiah terhadap dollar juga cukup kuat dan stabil, sehingga banyak yang kembali memulai usahanya lagi.

Hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai membaik di tengah-tengah ketidakpastian pergerakan ekonomi dunia.Ini bukan pendapat Protuslanx…tetapi pendapat dari Bank Dunia, Bappenas, dan pemerintah Indonesia sendiri…(tentu saja).

Menurut Bank Dunia, Indonesia sekarang berada pada kemampuan untuk dapat melakukan program ekonomi jangka panjang (investasi) setelah terjadinya pergeseran dari kesangsian akan program jangka pendek. Mulai dari kuartal II tahun 2010 ini, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi yang mencapai kisaran 6 persen. Pertumbuhan ini merupakan peningkatan jika dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada tahun 2008.

Patut dicatat bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun ini bukan ditentukan oleh faktor ekspor pemerintah, namun justru dari peningkatan impor oleh pihak domestik (atau swasta) yang didukung pula oleh kuatnya nilai tukar rupiah.

Indikator membaiknya perekonomian juga ditandai dengan rendahnya kemungkinan risiko penurunan yang berhubungan dengan pasar keuangan yang cepat berubah dan ketidakpastian prospek pembangunan ekonomi.Ketidakpastian pembangunan ekonomi yang dimaksud di sini adalah ancaman inflasi, keluarnya dana asing, dan masalah infrastruktur.

Dengan kata lain, menurut pengamatan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6 persen ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, peningkatan kinerja sektor eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global yang terus berlangsung. Selain itu peningkatan investasi seiring dengan menguatnya permintaan domestik dan eksternal.

Referensi:

http://www.tribunnews.com/2010/10/06/ekonomi-indonesia-terus-membaik

http://esqmagazine.com/ekonomi-bisnis/2010/01/02/1161/ekonomi-indonesia-membaik.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Indonesia

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/apa-saja-yang-dilakukan-sby-jk-2004-2009/

http://id.news.yahoo.com/antr/20100928/tpl-bank-dunia-fundamental-ekonomi-indon-cc08abe.html

http://id.ibtimes.com/articles/2328/20100806/kwik-kian-gie-dualistik-hindia-belanda-modal-mitra.htm

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s