Perbandingan Kasus Teluk Meksiko dan Lumpur Lapindo


Melihat berita di Metrotv seminggu yang lalu, Protuslanx menjadi merasa miris melihat cepatnya penyelesaian kontaminasi perairan Teluk Meksiko. Waktunya hanya 3 bulan, Barack Obama mampu mengkoordinir semua pihak, kebocoran minyak pun tertanggulangi. Sementara di sini, sudah 4 tahun lamanya warga Sidoarjo seolah-olah tidak dianggap sebagai warga negara yang pantas diperhatikan, presiden negeri ini pun seolah-olah “takut” dengan kalangan pengusaha yang punya andil di PT. Lapindo Brantas/

Siapa yang tidak tidak tahu kasus meluapnya lumpur besar-besaran yang terjadi di Kecamatan di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur?

Semburan yang sudah berlangsung selama 4 tahun ini berlokasi dengan jarak 150-500 meter dari Sumur Banjar Panji-1 (BJP-1) yang merupakan sumur eksplorasi gas milik PT. Lapindo Brantas sebagai operator Blok Brantas.

Mengenai penyebab lumpur Lapindo itu apakah karena faktor alamiah ataukah memang faktor teknis PT. Lapindo Brantas bukanlah hal yang terlalu signifikan untuk dikemukakan. Yang penting adalah semua pihak yang berkaitan langsung dengan kejadian ini bisa mengambil pelajaran praktis yang berguna kelak di masa yang akan datang.

Berikut adalah perbandingan kedua kasus ini.

Kasus Lumpur Lapindo

Masalah-masalah:

  1. Semburan lumpur dari yang masih kuat dengan rata-rata volume semburan sekitar 70.000 meter kubik per hari. Volume lumpur yang tertampung di kolam 620 hektare mencapai sekitar 12 juta meter kubik. Semburan baru hingga lebih dari 200 titik semburan. Lumpur sebanyak itu telah menenggelamkan 12 desa, 24 pabrik, 10.426 unit rumah, 77 unit tempat ibadah, sarana-sarana pendidikan, sarana-sarana, puluhan ribu orang kehilangan mata pencaharian, dan yang terutama telah “menyingkirkan” lebih dari 60.000 warga dari kampung kelahirannya (data ini bisa saja bertambah seiring waktu berjalan).
  2. Terjadi pemutusan jalan tol Gempol-Surabaya, jalan arteri Porong yang menghubungkan Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur).
  3. Terjadi pemutusan jalur rel kereta api lintas timur yang menghubungkan Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi.
  4. Kurangnya penanganan semburan lumpur yang terintegrasi, baik dari pemerintah. Padahal seharusnya perlu ada kerjasama yang baik antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pemprov Jatim, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), kalangan pakar/ akademisi terkait, maupun dari pihak pelaku PT. Lapindo Brantas.
  5. Investasi di Jawa Timur menjadi terganggu. Catatan Protuslanx: walaupun muncul gagasan untuk menjadikan kawasan lumpur itu menjadi wisata lumpur Lapindo, pada kenyataannya hal seperti ini bisa dikatakan adalah kekejaman yang tidak memahami akar masalah sebenarnya!

Pihak yang bertanggung jawab:

PT Lapindo Brantas

Kapan terjadinya?

29 Mei 2006

Kapan diselesaikan?

Belum jelas!

Bagaimanakah penyelesaiannya?

Masih belum jelas!

Berapakah biayanya?

Rp 4,3 triliun (Rp 450 miliar pada 2007, Rp 1,57 triliun pada 2008, dan Rp 1,2 triliun pada 2010). Semuanya diambil dari APBN alias uang rakyat! Jadi, bukan pihak Lapindo Brantas yang membayar kerusakan!

Apakah faktor penentu penyelesaiannya?

Belum ada!

Pelajaran yang bisa dipetik:

Pengusaha berpengaruh lebih kuat ketimbang Presiden incumbent!

Kasus Teluk Meksiko (Mexican Gulf)

Masalah-masalah:

  1. Kebocoran sumur minyak lepas pantai yang pecah akibat ledakan di salah satu anjungan di Teluk Meksiko. Dalam peristiwa itu, 11 orang pekerja kilang lepas pantai BP tewas.
  2. Kebocoran ini diperkirakan mencapai 60.000 barel minyak setiap hari. Wilayah perairan di sepanjang pantai bagian selatan Amerika Serikat ini akan terus tercemar selama bertahun-tahun sebagai bencana ekologis terbesar.
  3. Banyak warga negara Amerika Serikat kehilangan penghasilannya yang bermata pencaharian di bidang perikanan dan pariwisata.

Pihak yang bertanggung jawab :

British Petroleum Company (BP), perusahaan raksasa minyak Inggris.

Kapan terjadinya?

April 2010.

Kapan diselesaikan?

15 Juli 2010.

Bagaimanakah penyelesaiannya:

Dengan cara pemasangan tutup-tutup baru yang lebih besar yang dipasang kru BP di atas tempat kebocoran. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, bahkan mengerahkan seluruh tenaga yang ada seperti kapal-kapal angkatan laut (US NAVY) untuk bekerjasama dengan tim insinyur BP.

Berapakah biayanya?

3,95 miliar dollar AS (semuanya dibiayai British Petroleum sendiri tanpa membebani APBN pemerintahan Obama!)

Apakah faktor penentu penyelesaiannya:

Kuatnya tekanan politik pemerintah AS. Presiden Obama berani dan tegas untuk menekan pihak BP untuk bertanggung jawab.

Pelajaran yang bisa dipetik:

  1. Adanya ketegasan dari pemerintahan Obama perlu ditiru oleh pemerintahan Yudhoyono untuk lebih mementingkan warga negara ketimbang pertemanan, investasi, bahkan hubungan bilateral.
  2. Presiden Obama secara pribadi terus bekerja menangani masalah tumpahan minyak di Teluk Meksiko sambil memotivasi para pekerja BP.
  3. Upaya terbaru untuk menutup sumur itu merupakan salah satu langkah besar untuk menghentikan tumpahan minyak terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.

Menurut Protuslanx, Presiden kita harus menetapkan kasus lumpur Lapindo ini sebagai bencana nasional. Semua harus all out jika memang hati nurani memang masih lebih kuat ketimbang uang di negeri Indonesia ini!

Referensi:

http://www.kompas.com

http://m.antaranews.com

http://www1.voanews.com

http://www.wikipedia.co.id

http://www.surya.co.id

Bacalah juga:

Berjalan Kaki 21 Hari Demi Keadilan

Indo”beraninya-cuma-sama-rakyat-kecil”nesia

Jakarta Akan Macet Total 2015!

Rokok Kretek Dongkrak Garis Kemiskinan

Stop Perpeloncoan!

Indo”porn”esia?

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s