Kesedihan Protuslanx: Kekalahan Samurai Biru di Kaki Paraguay :(


Dikutip penuh dari: Kompas.com dan Okezone.com
(catatan Protuslanx: terpaksa main kutip-kutipan, Protuslanx lagi stuck!)

http://www.csmonitor.com :::::Rising Japan for 2014:::::

Pelatih Takeshi Okada
Langkah Jepang akhirnya terhenti di babak 16 besar setelah kalah lewat drama adu penalti dengan Paraguaya, Jepang kalah dengan skor 5-3.

Kekalahan Jepang di Piala Dunia 2010 membuat pelatih Takeshi Okada sedih. Ia mengaku siap bertanggung jawab atas kekalahan timnya.

Bahkan, Okada siap mengundurkan diri dari pelatih timnas Jepang.

“Saya tidak punya apa-apa lagi sekarang. Saya pikir, saya akan pensiun dari pekerjaan saya sebagai pelatih,” kata Okada.

“Tentang kekalahan ini, saya yang bertanggung jawab penuh. Sebagai pelatih, saya seharusnya bisa melakukan lebih banyak lagi,” tegas Okada.

Walaupun kalah, di satu sisi Okada mengaku senang karena mampu mengantarkan Jepang berpartisipasi dalam Piala Dunia 2010 dan melaju sampai babak 16 besar.

Tendangan Gagal Yuichi Komano
Yuichi Komano menghancurkan mimpi Jepang melenggang ke babak perempatfinal untuk kali pertama. Armada Samurai Biru tumbang di tangan Paraguay di Stadion Loftus Versfeld (29 Juni 2010). Komano gagal mengemban tugas sebagai algojo ketiga.

Kekuatan Uruguay dan Jepang di awal babak pertama tampak seimbang. Saling melancarkan serangan, namun keduanya tak meninggalkan benteng pertahanan. Beberapa peluang berbahaya sempat tercipta, namun kandas begitu saja.

Di menit 21, Lucas Barrios menggiring bola dengan indah di kotak pertahanan Jepang. Sebuah tendangan keras dilesakkan striker milik Borussia Dortmund dan penjaga gawang Eiji Kawashima melakukan penyelamatan cemerlang dengan kakinya.

Tak terduga, serangan balik Jepang sangat cepat. Hanya satu menit berselang, Daisuke Matsui nyaris menggetarkan gawang Paraguay lewat tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti. Penjaga gawang Justo Villar dengan susah payah meraih bola dan gol pun urung terjadi.

Demikian juga yang dialami Roque Santa Cruz dan Keisuke Honda. Tembakan Cruz (29′) masih melebar, sedangkan Honda (40′) hanya meleset beberapa inchi dari gawang Villar. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Satu tiket ke perempatfinal masih membayangi, kedua tim terlihat menaikkan tempo permainan. Sayang, peluang-peluang di babak kedua tak ubahnya seperti 45 menit pertama.

Namun kali ini, Jepang mendominasi jalannya laga. Memasuki menit ke-54, Matsui mengirim umpan silang dan disambut Yuto Nagamoto, yang langsung mengarahkan bola ke gawang. Namun, bola melengkung tersebut bukan masalah besar bagi Villar.

Enam menit berselang, giliran Cristian Riveros yang membuka kembali peluang Paraguay. Gelandang bernomor punggung 16 melayangkan tandukan di kotak penalti, di mana Kawashima sigap menyambut bola di depannya.

Laga terasa menjemukan, bahkan memasuki menit 90 tak satupun gol tercipta. Tambahan tiga waktu terlewatkan sia-sia dan skor kacamata belum berubah.

Terpaksa, kedua tim diberi kesempatan perpanjangan waktu 2×15 menit. Jepang mengawali peluangnya lewat Honda di menit 92, yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Nakamura.

Tandukan Barrios, tiga menit kemudian, juga belum merubah keadaan. Sama seperti Riveros di waktu normal, bola jatuh tepat di hadapan Kawashima. Tendangan bebas Honda saat memasuki menit 100 cukup berbahaya, namun Villar masih sanggup menepisnya.

Kedua tim belum kehabisan energi, hingga 15 menit pertama kedudukan masih sama kuat. Meski kemelut sempat terjadi di kotak pertahanan Paraguay, namun gawang Villar urung bergetar. Lagi, 15 menit berlalu tanpa selebrasi gol.

Ya, drama adu penalti menjadi pilihan terakhir. Paraguay mendapat kesempatan pertama dan Barreto ditunjuk sebagai algojo perdana. Bola pun mulus masuk ke gawang, Paraguay memimpin 1-0.

Yasuhito Endo menyamakan kedudukan, kemudian Barrios menambah keunggulan Paraguay 2-1. Makoto Hasebe mampu menaklukkan Villar dan kembali imbang 2-2.

Saat Riveros mencetak gol ketiga bagi Paraguay, Komano justru gagal mengeksekusinya. Tendangan pemain bernomor punggung 3 membentur tiang kanan atas gawang Villar dan melambung.

Algojo keempat Paraguay, Valdez, memperlebar jarak menjadi 4-2. Honda mengubah keadaan menjadi 3-4 dan Jepang masih menyimpan asa. Sayang, harapan tersebut kandas seketika seiring tembakan Cardozo tak mampu dibendung Kawashima.

Alhasil, Jepang tak perlu menurunkan algojo terakhirnya dan Paraguay berhak atas kemenangan 5-3. Satu lagi wakil Amerika Latin melenggang ke babak perempatfinal dan berpeluang bertemu dengan Spanyol.

Sumber:
http://www.kompas.com
http://www.okezone.com

>> Mungkin lain kali Indonesia bisa juga mewakili Asia di Piala Dunia. SemogašŸ˜

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Eksternal-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s