Indo”porn”esia?


Indonesia menjadi negeri porno? Membaca berita di mobile news dan website akhir-akhir ini seringkali diisi intermezzo yang sebenarnya tidak layak untuk dipublikasikan ke khalayak umum. Kasus video porno Luna Maya dan Ariel “Peterpan” trus juga Cut Tari dan Ariel “Peterpan” juga sebenarnya tidak layak atau tidak boleh dipublikasikan sembarangan.

Sebabnya kenapa? Karena mereka itu adalah public figure yang menjadi idola anak-anak hingga dewasa. Apalagi Luna Maya kan pengisi acara Dahsyat di RCTI. Acara hiburan yang jam tayangnya setiap hari itu otomatis berpengaruh banyak kepada pemirsa televisi, terutama tentang sosok Luna Maya. Apa benar ramalan Mama Lauren tentang Luna Maya bahwa hidupnya akan lebih sering mendapat fitnah?

Indonesia katanya menjadi peringkat 3 besar di dunia yang sering mengakses situs-situs porno. Parahnya lagi kebanyakan yang mengakses situs-situs itu adalah kalangan anak-anak muda, pelajar, dan mahasiswa. Mungkin inilah wajah asli generasi muda Indonesia saat ini.

Protuslanx sebenarnya sangat kecewa dengan kepedulian orang-orang Indonesia sekarang. Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah Sekolah Dasar jaman sekarang sudah banyak yang sering mengakses internet melalui Warung Internet (warnet).

Parahnya lagi, setiap pemilik atau operator warnet seharusnya membatasi setiap pengunjung dengan memberlakukan syarat harus berumur 17 tahun ke atas!

Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan menjadikan KTP sebagai syarat untuk menggunakan jasa internet di warnet. Protuslanx sangat yakin bahwa cara ini bisa sangat efektif untuk melindungi generasi muda dari pemahaman yang salah tentang pornografi.

Menurut Kak Seto Mulyadi, sebagaimana ia ungkapkan melalui salah satu stasiun televisi swasta Indonesia, keluarga adalah kunci utama untuk menerapkan pendidikan seks tentang dini.

Penjelasannya adalah bahwa orangtua harus bisa menjelaskan kepada anak bahwa seks itu adalah suatu hal yang berlaku ketika seseorang sudah mencapai kedewasaan.

Saran keprihatinan Protuslanx atas maraknya pornografi di Indonesia (mudah-mudahan diperhatikan pak Menteri Depkominfo hingga para camat):

1. Tetapkan aturan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang setiap orang yang belum memiliki KTP (belum 17 tahun) untuk menggunakan jasa warung internet.

2. Perlu kerjasama pemerintah Indonesia, khususnya Departemen Komunikasi dan Informasi, dengan Google Corporation, Yahoo Corporation, Microsoft (divisi mesin pencari Bing), administrator Facebook.com, administrator Twitter.com, dan perusahaan-perusahaan lain yang dianggap memiliki tingkat ranking tertinggi dalam penyebaran arus informasi internet.

3. Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas/ Umum perlu mendapat perhatian khusus oleh Departemen Pendidikan dengan melakukan pembaharuan metode dan penerapan yang lebih mudah mendapat perhatian dan pemahaman dengan kondisi psikologis anak-anak sekarang.

Sudah banyak kasus-kasus pornografi yang terjadi selama ini. Apakah ini menunjukkan bahwa orang Indonesia adalah penggemar pornografi?

Lihat saja ketika film Miyabi dibuat di Jakarta, banyak orang justru semakin penasaran. Bukannya ada demo besar-besaran, yang terjadi malah tingginya tingkat akses internet yang menggunakan keyword: miyabi di google.co.id, Facebook.com, Twitter.com, dan situs-situs serta aplikasi-aplikasi lain yang digunakan sebagai jejaring sosial. Sangat menyedihkan dan tidak masuk akal!

Contoh kasus-kasus pornografi selama ini adalah:

– kasus video porno anggota DPR, Yahya Zaini, dengan selebritis, Maria Eva.

– kasus-kasus kriminal pemerkosaan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

– kasus video porno mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung

– kasus video porno mahasiswa Akademi Pariwisata NHI Bandung

– kasus lukisan porno selebritis, Anjasmara, yang merupakan suami dari selebritis Dian Nitami.

Ini adalah keprihatinan kita bersama!!!

Mudah-mudahan kasus-kasus video porno ini tidak betul-betul terjadi oleh public figure bersangkutan. Selebritis kita harusnya bisa memberikan contoh yang baik untuk anak-anak muda. Untuk mereka yang merekayasa video itu, Protuslanx berharap bahwa apapun alasannya, cara-cara seperti membuat video porno untuk mematikan karakter seseorang seharusnya dihentikan, termasuk kegiatan membuat video mesum untuk dipublikasikan.

Kalau kita cinta negeri yang bernama Indonesia ini, sudah seharusnya kita lebih bijaksana untuk menjaga tradisi dan budaya Indonesia yang santun dan penuh etika, tidak buka-bukaan.

Protuslanx tidak bermaksud munafik, tetapi sebaiknya buat mereka yang suka dunia mesum lebih baik cari pasangan lawan jenis yang baik lalu resmikan dengan pernikahan yang sah dalam agama masing-masing dan hukum yang berlaku. Itu lebih baik!…

Bacalah juga:

Berjalan Kaki 21 Hari Demi Keadilan

Indo”beraninya-cuma-sama-rakyat-kecil”nesia

Jakarta Akan Macet Total 2015!

Perbandingan Kasus Teluk Meksiko dan Lumpur Lapindo

Rokok Kretek Dongkrak Garis Kemiskinan

Stop Perpeloncoan!

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Indo”porn”esia?

  1. Rudini Silaban berkata:

    ini karena ulah dari ariel PeeterPORN.hehehe

    salam kenal….

  2. distrogirls berkata:

    menurut saya apa yang telah diperbuat oleh ariel dan lunamaya dapat menjadi pembelajran bagi artis-artis lain khususnya diindonesia…Capeeeeedeeeeeh

  3. Sakti berkata:

    Para orng tua (khususnya) membrkan pengrtian khusus kpd anak2nya secara dini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s