Selamat Jalan Pak Gesang


Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi…
Perhatian insani
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Dimusim hujan air..
Meluap sampai jauh
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air meluap sampai jauh
Dan akhirnya ke laut
Itu perahu
Riwayatnya dulu
Kaum pedagang selalu…
Naik itu perahu

Liriknya sederhana, tetapi lagu Bengawan Solo terkenal sampai ke mancanegara. Itulah lirik lengkap lagu tersebut di atas. Lagu ini pertama kali Protus-Lanx tahu melalui pelajaran Kesenian waktu di Sekolah Dasar dulu. Baru ingat sekarang, ternyata Pak Gesang yang membuat lagu itu sudah 92 tahun, dan kini sudah duluan pergi menemui Sang Pencipta. Beliau meninggal karena infeksi saluran pernafasan.

Berita tautan: Komponis legendaris Gesang meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Solo, Kamis (20/5/2010) pukul 18.00.

Pak Gesang dirawat sejak 12 Mei 2010 di RS PKU Muhammadiyah Solo karena kondisi kesehatannya menurun. Bahkan, ia sempat masuk ke ruang intensive care unit (ICU) karena tak sadarkan diri.

Sejak dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut, kondisi kesehatan Pak Gesang sempat membaik, bahkan sempat bisa berbicara. Namun, kondisi kesehatannya menurun sejak Kamis siang hingga mengembuskan napas terakhirnya.

Pak Gesang lahir dengan nama lengkap Gesang Martohartono di Solo, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917. Ia sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Muhammadiyah, Solo (1929).

PERJALANAN KARIER :
Pekerjaan :
–     Pemain orkes keroncong
–     Penyanyi
–     Pencipta Lagu
–     Membantu perusahaan batik orangtua (1935-1941)
–     Pengusaha Warung (1941-1945)

KARYA :
–     Lagu/musik : Keroncong Tembok Besar
–     Lagu/musik : Keroncong Piatu (1938)
–     Lagu/musik : Keroncong Roda dunia (1939)
–     Lagu/musik : Bengawan Solo (1940)
–     Lagu/musik : Saputangan (1941)
–     Lagu/musik : Tirtonadi (1942)
–     Lagu/musik : Keroncong Pemuda Dewasa (1942)
–     Lagu/musik : Dunia Berdamai (1942)
–     Lagu/musik : Jembatan Merah (1943)
–     Lagu/musik : Dongengan jawa (1950)
–     Lagu/musik : Sebelum Aku Mati (1962)
–     Lagu/musik : Keroncong Bumi Emas Tanah Airku (1963)
–     Lagu/musik : Langgam Luntur (1970)
–     Lagu/musik : Seto Ohasi (diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang (1988)

PENGHARGAAN :
–     Piagam dari Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) II (1976)
–     Piagam Hadiah Seni 1977 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (1977)
–     Penghargaan TVRI Stasiun Yogyakarta (1978)
–     Piagam Penghargaan dari OISCA International Indonesia (1978)
–     Hadiah rumah Perumnas Palur dari Gubernur Jawa Tengah (1979)
–     Penghargaan PWI HUT XXXIX dan HUT VI Museum Pers Nasional (1985)
–     Penghargaan Wali Kota Surakarta dalam rangka Fespic Games IV (1986)
–     Bintang penghargaan dari Kaisar Akihito, Jepang (1992)
–     Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden RI (1992)

Harapan Protus-Lanx adalah kiranya nama Pak Gesang tetap harum bagi nama baik bangsa Indonesia. Walaupun tergerus jaman, semoga karya-karya Pak Gesang diabadikan di museum-museum khusus sebagai kenang-kenangan abadi bagi bangsa dan negara Indonesia.

Selamat jalan Pak Gesang. Baktimu pada negeri Indonesia tercinta adalah cinderamata terindah bagi generasi muda Indonesia kini dan seterusnya.

Referensi:

http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/05/20/18341863/Gesang.Berpulang

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s