Nyamuk ditapis tetapi unta ditelan!


Arti dari perumpamaan di atas adalah kira-kira: jangan mempermasalahkan hal-hal yang tidak terlalu penting, sebaliknya jangan menganggap remeh hal-hal yang sebetulnya penting. Dengan kata lain, kita tidak boleh munafik, plus sekalian ditegur supaya jangan hanya menggunakan kata-kata tanpa makna hanya untuk menyerang argumentasi orang lain tapi nyatakan apa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Perumpamaan di atas adalah ucapan dari Yesus Kristus, alter ego dari Allah Yang Mahakuasa:

“Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.”

Matius 23:24

Walah! Kenapa Protus-Lanx berlagak kayak evangelis nih? Nggak sama sekali nggak. Kutipan perumpamaan ini sekedar inspirasi saja. That’s all

Indonesia kita sedang krisis. Sisi positif dari berita-berita miring seputar negeri tercinta ini adalah Indonesia jadi belajar apa yang benar dan apa yang salah.

Kalau terlalu banyak yang korupsi di negeri kita pasti kita semua jadi sedih. Banyak pengangguran, kemiskinan, orang-orang masih terus ke kota mencari penghidupan dengan caranya masing-masing, anak-anak muda trend dan enjoy dengan sikap masa bodohnya sementara anak-anak muda yang mentalnya tidak terlalu kuat mengalami kelabilan masa muda sehingga gampang dipengaruhi, dan setumpuk permasalahan lain mulai dari seni sampai politik tingkat tinggi.

Yang kita perlukan adalah supaya kita berhenti menjadi orang munafik. Protus-Lanx juga terus menjadi manusia yang terus memperbaharui diri setiap hari. Pejabat-pejabat kita yang menganggap biasa kasus suap (korupsi, kolusi, dan nepotisme) adalah hal lumrah sudah semestinya mengakhiri semua kemunafikan bangsa Indonesia ini.

Kelihatannya kita adalah bangsa yang tidak pernah mengganggu bangsa lain dan hidup dengan tenang. Memang benar demikian! Tapi masalahnya kita justru mengganggu bangsa kita sendiri!!! Lebih ironis lagi…

Coba perhatikan daftar berikut ini:

1. Banyak orang mati-matian mencari kerja dengan jujur, tetapi tetap harus bersabar menunggu saat yang tepat untuk diterima. Sementara ada yang sudah bekerja, tapi tetap tidak puas dengan status yang ada, muncul suap-suapan, kerja tidak jujur, memeras orang lain. Protus-Lanx mengalami hal seperti ini waktu baru pindah ke Bandung, niat baiknya mau lapor Pak RT, eh..malah diminta duit macam-macam sampai tingkat kelurahan…padahal cuma mau stay selama 3 bulan!!!

2. Di banyak tempat di Indonesia, para pejabat mulai dari bupati, walikota, sampai gubernur rame-rame membersihkan wilayahnya supaya tertib dari pedagang kaki lima (PKL). Padahal orang-orang itu kan juga warga negara Indonesia yang resmi! Mereka harus berhadapan dengan petugas satpol PP yang terkenal tidak tahu etika! Lalu, kalau hal ini dibiarkan terus apa bedanya perlakuan pemerintah daerah (Pemda) terhadap PKL dengan perlakuan Israel terhadap Palestina??

3. Orang-orang Indonesia lebih suka merasa kuat rame-rame ketimbang sendirian. Hal ini memang bagus seperti perumpamaan sapu lidi, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Tetapi kalau hal ini berlebihan jadinya orang-orang jadi gampang kolusi dan nepotisme. Lihat saja kasus Pak Antasari, Pak Khariansyah dan Pak Susno. Para pahlawan ini (walaupun mereka tidak sempurna layaknya manusia biasa) malah mendapat perlawanan dari orang-orang di institusi yang mereka masuki. Sangat ironis kalau orang-orang seperti ini yang harusnya menjadi pahlawan malah mengalami diskriminasi dan perendahan dari dunia (bidang politik, atau hukum, dan lain sebagainya) yang seharusnya mendukung mereka untuk tujuan baik dan tentu saja demi Kebenaran.

Contoh-contohnya sih masih banyak, tidak mungkin semuanya harus ditulis di sini. Ntar malah tulisannya jadi kepanjangan. Ya nggak?!

Nah, inilah yang sangat memalukan bagi para politisi di negeri kita. Kelihatannya baik di luar, tetapi busuk dan penuh keserakahan di dalamnya.

Indonesia harus dibersihkan dari rantai birokrasi yang membuat kepala pusing. Semua urusan surat-menyurat misalnya harusnya dibuat lebih mudah dan lebih gampang. Apalagi bagi warga negara yang kurang mampu harusnya disantuni bukan dipersulit. Kalau perlu gratis…

Kalau soal dana APBN dan tetek bengek lainnya, Indonesia jelas-jelas punya PDB kategori 20 besar dunia (cek di Microsoft Encarta 2009). Lagian mana ada di dunia ini yang jalan tol nya harus bayar kalau masuk? Di Amerika Serikat  saja yang negaranya sudah maju, jalan tol gratisssss………………….!

Semoga negeri ini berhenti menjadi negara yang hipokrit alias munafik. Belajar untuk kerendahan hati sebuah bangsa yang dulu pernah menjadi besar dengan nama Nusantara.

Indonesia jangan cuma “menapis nyamuk” bisanya, mudah-mudahan “untanya” bisa diselesaikan dengan baik dan jujur.

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s