Lakukan yang Benar, jangan yang Baik!


courtesy of forum.detik.com

courtesy of forum.detik.com

Yang Baik atau yang Benar?

Kalau ksatria muda yang melompat di samping ini tidak melakukan latihan dengan benar, bisa-bisa dia mengalami kecelakaan. Dan bukannya malah mempertunjukkan atraksi, yang ada malah tragedi. Hal seperti ini termasuk Baik atau Benar?

Gak gampang…
ini tulisan pertama saya di blogger. sekedar introitus saja, dulu saya punya blog (dulu lebih sering dipake istilah homepage) di geocities.com, tapi keburu geocities.com nya bangkrut, ya terpaksa website nya hilang ditelan tanpa dikenal sama sekali.

Nah, terus soal judul di atas.
Anda pilih yang Baik atau yang Benar?

Segala sesuatu yang Baik pasti bisa dianggap Baik atau Tidak Baik tergantung dari orang yang memandangnya. Kalo ada guru yang membantu muridnya waktu ujian nasional supaya semuanya lulus, itu kan memang Baik, tapi pada dasarnya, jelas-jelas itu Tidak Baik, alias Tidak Benar.

Trus, kalo ada orangtua yang memukul anaknya karena ketahuan mencuri uang misalnya, hal itu bisa dianggap Tidak Baik oleh orang-orang yang berpandangan bahwa semua harus dilakukan dengan sabar. Tapi, tetap saja pada dasarnya, hal itu Benar! walaupun tidak baik.\

Jadi, sebenarnya Baik adalah Perspektif saja. Sedangkan Benar adalah absolut Benar. Setiap yang Baik belum tentu Benar, tetapi setiap yang Benar pasti selalu berujung Baik!

Tuhan adalah Sang Maha Benar. Seberapapun kita berusaha menyembunyikan segala sesuatu yang jelek yang kita perbuat, lalu kita berusaha munafik dengan berbuat baik supaya Ia melihatnya…tetap saja itu menipu diri kita sendiri. Kita kira dengan berbuat baik, segala dosa kita bisa dihapusnya begitu saja.

Kalau kita masih seperti itu, kita hanya menipu diri kita sendiri dengan beranggapan bahwa Tuhan Sang Maha Benar bisa kita tipu dengan kamuflase kita. Hari-hari kita isi dengan sifat selfish yang menjadikan kita raja di atas diri kita sendiri sehingga mengorbankan orang lain. Tentu saja, Tuhan Sang Maha Benar melihat setiap detil kehidupan kita.

Jadi, seberapapun banyak hal Baik yang kita lakukan itu adalah kemunafikan. Hal demikian terjadi karena kita tetap berbuat yang Tidak Baik meskipun kita tahu itu Tidak Benar. Kalau kita melakukan yang Tidak Baik dan Tidak Benar padahal kita tahu hal itu Tidak Benar dan Tidak Baik maka kemunafikanlah hasilnya. Jadi, untuk mengakhiri siklus kemunafikan seperti itu, hentikanlah berbuat Baik, justru berusahalah dan teruskanlah berbuat yang Benar. Berbuat benar adalah tidak menerima suap, tidak menyuap, tidak memberi contekan, tidak suka mempercepat proses dengan uang, tidak mencari cara gampang yang tidak halal, dan lain-lain, meskipun hal itu dipandang Tidak Baik oleh teman, kolega, atau lingkungan kita. Baik itu rapuh sehingga dengan pengaruh perasaan, kita bisa-bisa mengorbankan kebenaran.

Untuk itu, lakukanlah yang Benar karena apa yang Benar adalah mutlak Benar, karena kalau kita melakukan yang Baik, hal itu belum tentu Benar. Baik itu hanyalah Perspektif, tetapi Benar adalah absolut Benar.

Ya’ahowu…

Bacalah juga:

Cara Berargumentasi dengan Benar

Nil Satis Nisi Optimum?

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Pos ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s