Cara Berargumentasi dengan Benar (versi Protuslanx)


Cara yang berargumentasi dengan benar menurut Protuslanx adalah:

1. Argumentasi harus kontekstual
Berdebat mengenai sesuatu harus sesuai dengan konteksnya. Jangan mencampur-adukkan hal yang satu dengan hal yang lain yang tidak semestinya masuk dalam perdebatan. Seringkali ada orang yang “nyerocos” tanpa berpikir sebelum bicara.

Kontekstual disini juga harus menjadi kontekstual yang komprehensif dan kontekstual yang spesifik.

Tipe orang yang berdebat tanpa melihat konteksnya adalah orang yang sebenarnya lebih banyak berbicara ketimbang mendengarkan, akhirnya tidak bijak, dan “ngelantur”.

Ciri khas lain dari orang tipe seperti ini adalah terus berbicara tanpa mempedulikan pendapat orang lain, akhirnya lupa etika berbicara.

Contoh berdebat dengan kontekstual adalah:
A : Menurut saya lambang negara Indonesia memiliki kesamaan dengan Amerika Serikat, yaitu burung elang.
B : Tidak juga, menurut saya ada perbedaan, lambang negara Indonesia diambil dari mitos legenda Hindu kuno tentang Garuda berwujud raksasa, sedangkan Bald Eagle yang menjadi lambang negara Amerika Serikat diambil dari burung asli yang menjadi ciri khas wilayah Amerika Utara.

Contoh berdebat tidak kontekstual adalah:
A : Menurut saya lambang negara Indonesia memiliki kesamaan dengan Amerika Serikat, yaitu burung elang.
B : Nah, Indonesia itu ada di Asia dan Amerika Serikat itu adanya di Amerika. (Jawaban seperti ini tidak sesuai konteks yang dibicarakan!)

2. Argumentasi harus komprehensif
Komprehensif berarti menyangkut keseluruhan. Jadi, ketika berdebat si penyanggah harus berpikir dulu secara keseluruhan soal tema yang dibahas, baru bisa menyampaikan opininya sendiri.
Bagi orang yang bijak, berbicara adalah yang hal seharusnya tidak bisa sembarangan, harus mengerti dulu persoalannya secara keseluruhan, setelah itu baru dapat dianalisis bagian mana yang disetujui dan bagian mana yang disanggah.

Komprehensif disini tidak hanya menjadi komprehensif yang kontekstual, tetapi juga komprehensif yang spesifik.

Berdebat yang seperti ini bisa menunjukkan bahwa orangnya punya pola pikir yang luas, tidak “seperti katak di bawah tempurung”. Oleh karena pikirannya luas, segala perspektif dapat ia kemukakan.

Jadi, perspektif terhadap satu tema bisa macam-macam: dari segi politik apa, dari segi budaya apa, dari segi ekonomi apa, ya bisa dikatakan seperti aspek-aspek dari ipoleksosbudhankam (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan!). Yap!

Contoh berdebat komprehensif adalah:
A : Saya kira penjajahan Belanda di Indonesia hanya berdampak tidak majunya Indonesia.
B : Saya kira tidak juga, penjajahan Belanda di Indonesia bisa menyisakan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya adalah Indonesia mengenal kereta api, sistem perbankan, sistem hukum dan konstitusi, dan lain-lain. Sementara dampak negatifnya adalah Indonesia mengalami penindasan jiwa dan raga yang sebagian besar tidak manusiawi, trauma pascapenjajahan secara moral lebih cenderung bermental hamba, sumber daya alam Indonesia telah banyak dikuras lebih dulu oleh kolonialis, dan lain-lain.

Contoh berdebat tidak komprehensif adalah:
A : Saya kira penjajahan Belanda di Indonesia hanya berdampak tidak majunya Indonesia.
B : Ah! Justru penjajahan itu menyebabkan Belanda bisa merubah Indonesia menjadi modern seperti sekarang, kalau tidak begitu Indonesia tetap kuno. (jawaban seperti ini hanya melihat dari satu aspek saja!)

3. Argumentasi harus spesifik
Argumentasi harus spesifik berarti kalau berdebat harus fokus pada satu tema saja, jangan beralih ke tema lainnya meskipun ada hubungannya jika dikaitkan dengan satu aspek tertentu. Jadi, intinya adalah fokus pada satu topik sehingga pikiran tidak terbagi-bagi.

Kadang-kadang Protuslanx berdebat dengan beberapa orang yang suka mencampur-adukkan berbagai hal dalam satu topik. Pola pikir yang tidak fokus cenderung mencari pembenaran terhadap diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Sifat seperti ini cenderung egois dalam berdebat. Intinya, ketika yang dibahas adalah “bebek”, jangan mengalihkan pembicaraan dengan membahas “ayam”, sama-sama memang termasuk “burung”, tetapi fokus argumentasinya haruslah difokuskan!

Spesifik disini tidak dependen, tetapi juga harus spesifik yang kontekstual dan spesifik yang komprehensif.

Contoh berdebat spesifik:
A : Dalam pandangan saya, tim nasional sepakbola Indonesia lebih baik tidak usah lagi ikut kompetisi Piala Asia Tenggara sebelum PSSI dibenahi.
B : Tidak juga, tim nasional sepakbola Indonesia justru harus terus mempersiapkan diri. Soal PSSI adalah soal lain yang bersifat internal.

Contoh berdebat tidak spesifik:
A : Dalam pandangan saya, tim nasional sepakbola Indonesia lebih baik tidak usah ikut lagi kompetisi Piala Asia Tenggara sebelum PSSI dibenahi.
B : Aha!, sebaiknya tim nasional sepakbola Indonesia diisi lebih banyak pemain-pemain dari klub X supaya bisa menang di Asia Tenggara. (jawaban seperti ini seolah-olah terlalu egoistis dan tidak memperhatikan topik pembahasan!)

Jadi, kesimpulannnya berdebatlah dengan 3 in 1: kontekstual, komprehensif, dan spesifik.

Bacalah juga:

Nil Satis Nisi Optimum?

Lakukan yang Benar, Jangan yang Baik!

Tentang protuslanx

Protus-Lanx adalah sebuah alter-ego dari seorang manusia yang terus berusaha memperbaharui diri setiap hari. Temperamental, setia melaksanakan tugas, keras kepala, berpendirian teguh, tidak mudah mempercayai orang lain, dan cenderung serius.
Tulisan ini dipublikasikan di Atmosfer-Lanx dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s